Dalam rangka persiapan pengeboran dua sumur explorasi di wilayah kerja Sengkang dalam waktu dekat, yakni sumur Salobulo-2 (SBO-2) dan sumur East Walanga-1 (EWL-1), Energy Equity Epic Sengkang (EEES) menyelenggarakan kegiatan Drilling Well On Paper (DWOP) pada tanggal 26 hingga 28 Mei 2025 di Menara 165, Jakarta yang dihadiri oleh para mitra teknis kegiatan pengeboran dan juga dihadiri oleh EMP Group dari departemen Drilling &Workover, Geoscience dan Engineering.
DWOP merupakan kegiatan perencanaan operasional yang dilakukan secara simulasi “di atas kertas” sebelum kegiatan pengeboran aktual dimulai. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek pengeboran, baik dari internal perusahaan maupun mitra teknis. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pemahaman terhadap lokasi, desain sumur, prosedur operasional, potensi tantangan teknis, hingga rencana mitigasi risiko, sehingga dapat meminimalisir potensi Non-Productive Time (NPT) di lapangan. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapan teknis, keselamatan, dan efisiensi operasional menjelang pelaksanaan pengeboran di lapangan.
Kegiatan DWOP ini dibuka dan dipimpin langsung oleh General Manager EEES, Bapak Farid Gaffar, yang menegaskan komitmen EEES untuk menjalankan operasi pengeboran secara profesional, aman, dan sesuai best practice industri migas. Hadir pula dalam acara ini VP Drilling and Workover Energi Mega Persada (EMP), Bapak Juwargito, yang memberikan pandangan strategis dari sisi korporasi, serta Manager Drilling & Sub Service EEES, Bapak Christanto Budi Susanto, yang memimpin jalannya diskusi teknis secara menyeluruh.

Selama pelaksanaan DWOP, dibahas secara detail berbagai aspek teknis pengeboran mulai dari desain sumur, pemilihan bottom hole assembly (BHA), prosedur casing dan cementing, hingga rencana pelaksanaan well testing dan completion. Tim engineering dan HSE juga menyampaikan analisis potensi bahaya serta penanganannya, dengan tujuan memastikan keselamatan personel dan perlindungan lingkungan. Tak kalah penting, dilakukan juga simulasi kondisi darurat, termasuk rencana evakuasi dan koordinasi logistik, agar seluruh tim memiliki kesiapan menghadapi skenario tidak terduga di lapangan.
Melalui DWOP ini, EEES menunjukkan upaya proaktif dalam menjamin bahwa seluruh pelaksanaan pengeboran tidak hanya berjalan sesuai spesifikasi teknis, namun juga mengedepankan prinsip efisiensi dan keselamatan. Dalam pernyataannya, Bapak Christanto Budi Susanto menyampaikan bahwa DWOP adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong budaya kerja yang terencana, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. “DWOP menjadi forum penting untuk menguji semua rencana di atas kertas, memastikan bahwa kami tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga siap secara mental dan operasional,” ujarnya.
Pengeboran sumur SBO-2 dan EWL-1 direncanakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025, dengan harapan menghasilkan tambahan cadangan gas dan berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional. Wilayah kerja EEES di Sengkang, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu aset strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan DWOP ini tidak hanya menjadi sarana perencanaan teknis, tetapi juga representasi komitmen EEES dalam menjaga kualitas operasi migas secara menyeluruh.

Dengan selesainya DWOP ini, EEES bersama seluruh mitra teknis kini memasuki tahap akhir persiapan pengeboran. Hasil diskusi, koreksi teknis, dan rekomendasi dari DWOP akan dijadikan pedoman utama dalam eksekusi lapangan nanti. Harapannya, kegiatan pengeboran SBO-2 dan EWL dapat berjalan dengan aman, efisien, dan memberikan hasil optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat sekitar wilayah operasi.



